Internet
Of Things
Teknologi
merupakan sebuah terobosan baru yang telah diciptakan oleh manusia dari
beberapa generasi. Sehingga, setiap saat mengalami banyak perubahan dan
penemuan hal yang baru. Disaat itulah, akses jaringan dan sumber daya berbasis
nirkabel juga berkembang dan banyak menggantikan penggunaan jaringan kabel saat
ini. Internet of things adalah salah satu penemuan terbaru yang saat
dikembangkan karena memiliki kelebihan dari segi fungsionalitas dan mendukung
kinerja tanpa menggunakan bantuan kabel, dan berbasis wireless.
Pada
artikel kali ini, kami akan membahas setiap hal mengenai apa itu internet of
things, unsur – unsur pembentuknya, cara kerja, hingga contoh penerapannya.
Sehingga, untuk kedepannya anda lebih memahami konsep dan penggunaan internet
of things dalam kehidupan sehari – hari.
Dan
yang terbaru saat ini, penerapan Smart City yang sudah dilakukan di beberapa
negara maju, seperti China dan Jerman. Sehingga, segala bentuk aktivitas
penduduk suatu kota dapat termonitoring dengan baik oleh sistem dengan jaringan
basis data berskala besar.
1. Unsur
– unsur IoT
Setelah mengenal apa itu internet of things,
selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai unsur – unsur IoT. Setidaknya,
terdapat lima unsur pembentuk dari internet termasuk juga kecerdasan buatan,
konektivitas, sensor, dan lain sebagainya. Berikut merupakan penjabarannya:
2.
Artificial Intelligence
Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa
Indonesia berarti kecerdasan buatan merupakan merupakan sebuah penemuan yang
dapat memberikan kemampuan bagi setiap teknologi atau mesin untuk berpikir
(menjadi “smart”). Jadi, AI disini dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data,
pemasangan jaringan, dan pengembangan algoritma dari kecerdasan buatan.
Sehingga,
dari yang awalnya sebuah mesin hanya dapat melaksanakan perintah dari pengguna
secara langsung, sekarang dapat melakukan berbagai aktivitas sendiri tanpa
menunggu instruksi dari pengguna. Misalnya saja, teknologi AI yang diterapkan
pada robot pelayan di sebuah restoran di Jepang.
Dimana,
kemampuan robot tersebut dapat berpikir layaknya seorang pelayan manusia asli.
Karena di dalam sistem kendali robot tersebut telah menggunakan bantuan AI.
Dengan mencakup berbagai sumber data dan informasi secara lengkap dan algoritma
yang kompleks.
3.
Konektivitas
Konektivitas atau biasa disebut dengan hubungan
koneksi antar jaringan. Di dalam sebuah sistem IoT yang terdiri dari perangkat
kecil, setiap sistem akan saling terhubung dengan jaringan. Sehingga dapat
menciptakan kinerja yang lebih efektif dan efisien.
Untuk
standar biaya pemasangan jaringan tidak selalu membutuhkan jaringan yang besar
dan biaya yang mahal. Anda juga dapat merancang sistem perangkat dengan
menggunakan jaringan yang lebih sederhana dengan biaya yang lebih murah.
5. Keterlibatan aktif
Banyak mesin modern yang masih menggunakan
keterlibatan (engagement) secara pasif. Namun, yang menjadi pembeda dari
mesin yang lain, IoT telah menerapkan metode paradigma aktif dalam berbagai
konten, produk, serta layanan yang tersedia.
6. Cara
kerja IoT
Cara kerja internet of things adalah memanfaatkan
sebuah argumentasi dari algoritma bahasa pemrograman yang telah tersusun.
Dimana, setiap argumen yang terbentuk akan menghasilkan sebuah interaksi yang
akan membantu perangkat keras atau mesin dalam melakukan fungsi atau kerja.
Sehingga,
mesin tersebut tidak memerlukan bantuan dari manusia lagi dan dapat
dikendalikan secara otomatis. Faktor terpenting dari jalannya program tersebut
terletak pada jaringan internet yang menjadi penghubung antar sistem dan
perangkat keras. Tugas utama dari manusia adalah menjadi pengawas untuk
memonitoring setiap tindakan dan perilaku dari mesin saat bekerja.
Kendala
terbesar dari pengembangan Internet of things adalah dari sisi sumber daya yang
cukup mahal, serta penyusunan jaringan yang sangat kompleks. Biaya pengembangan
juga masih terlampau mahal dan tidak semua kota atau negara telah menggunakan
IoT sebagai kebutuhan primer mereka.
·
Contoh internet of things
Banyak sekali contoh dari penerapan IoT dalam
kehidupan sehari – hari yang tanpa anda sadari sangat dekat dengan anda.
Berikut merupakan beberapa contoh bidang yang telah menerapkan teknologi IoT.
1. Bidang kesehatan
Contoh internet of things yang pertama dalam bidang
kesehatan. Saat ini, banyak sekali teknologi advanced yang
dapat membantu kinerja dari dokter maupun tenaga medis. IoT juga membuat sebuah
terobosan baru dalam pengembangan mesin dan alat medis untuk mendukung kinerja
dari tenaga medis agar lebih efektif, tepat, dan mengurangi resiko kesalahan.
Salah
satu contoh dari keberadaan IoT dalam dunia kesehatan adalah membantu dalam
proses pendataan detak jantung, mengukur kadar gula tubuh, mengecek suhu tubuh
dan lain sebagainya. Data yang diperoleh akan disimpan dalam penyimpanan data
berskala besar.
2. Bidang energi
Dalam bidang energi, terdapat bervariasi permasalahan
yang timbul. Mulai dari polusi atau pencemaran, pemborosan, dan berkurangnya
pasokan sumber daya. Oleh karena itu, dengan adanya IoT sendiri mampu untuk
mengurangi beberapa resiko tersebut. Misalnya saja, dengan penerapan sensor
cahaya mampu untuk mengurangi penggunaan energi listrik.
Dengan
sensor tersebut, mampu menangkap partikel cahaya, sehingga saat cahaya tersebut
banyak maka lampu akan mati. Namun, saat tidak ada pasokan cahaya, maka lampu
akan otomatis menyala.
Kemudian,
juga dapat menerapkan pada fungsi penjadwalan yang dilakukan pada mesin oven,
mesin pemanas yang telah terintegrasi dengan jaringan internet. Dan contoh
konkret yang sering kita jumpai adalah pada smart TV yang telah menerapkan IoT
untuk metode pencarian channel disesuaikan dengan pilihan pengguna (user).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar