Artikel Kriptografi
1.
Pengertian
Kriptografi
Kriptografi
berasal dari bahasa Yunani dengan memadukan dua kata, yaitu kryptos dan
graphein. Kryptos berarti tersembunyi atau rahasia, sedangkan graphein memiliki
arti menulis. Makna kriptografi secara harfiah ialah menulis secara tersembunyi
untuk menyampaikan pesan-pesan yang perlu dijaga kerahasiaannya.
Di
Indonesia, ilmu kriptografi atau bisa juga disebut kriptologi disebut juga
dengan sandisastra. Tujuan dari ilmu kriptografi adalah melakukan berbagai
upaya komunikasi antar individu atau kelompok secara aman tanpa kehadiran
pihak-pihak yang tidak diinginkan. Pun salah satu tujuannya yang lain ialah
menganalisis komunikasi yang sulit dipahami.
2. Sejarah
Kriptografi
Sejarah Kriptografi Pertama
Kriptografi
menurut catatan sejarah telah eksis sejak masa kejayaan Yunani atau kurang
lebih sekitar tahun 400 Sebelum Masehi. Alat yang digunakan untuk membuat pesan
tersembunyi di Yunani pada waktu itu disebut Scytale. Scytale berbentuk
batangan silinder dengan kombinasi 18 huruf.
Pada
masa Romawi, di bawah kekuasaan Julius Caesar, penggunaan kriptografi semakin
intens karena pertimbangan stabilitas negara. Meski teknik yang digunakan tak
serumit Yunani, namun untuk memahami pesan kriptografi dari masa Romawi
terbilang cukup sulit untuk dikerjakan.
Berdasarkan
aspek historis kriptografi di atas, baik kriptografi klasik maupun modern
keduanya memiliki kesamaan prinsip yang besar dan tidak dapat disangsikan lagi,
yakni tujuan kriptografi adalah keamanan. Itulah layanan yang disediakan
kriptografi tanpa peduli dari masa mana kriptografi dibuat.
Melalui
layanan keamanan yang disediakan oleh jenis kriptografi tersebut, berbagai teks
penting dapat terjaga kerahasiaannya dan keotentikannya, sehingga antar pihak
yang berkorespondensi bisa saling menaruh kepercayaan. Kecuali apabila teknik
pembuatan kriptografi bocor ke pihak yang tidak dikehendaki.
3. Algoritma
Kriptografi
Kiranya
perlu Anda ketahui sebagai basis pemahaman awal kriptografi, yaitu
algoritma
dalam keilmuan kriptografi. Algoritma sendiri memiliki pengertian sebagai
langkah-langkah atau metode yang disusun secara sistematis. Bila ditempelkan
pada ‘kriptografi’, maka makna dari algoritma kriptografi adalah langkah logis
untuk menyembunyikan pesan.
Ada
tiga fungsi dasar di dalam algoritma kriptografi, antara lain; enkripsi,
dekripsi, dan kunci. Enkripsi berarti proses penyembunyian data pesan, mengubah
plaintext menjadi chipertext. Sedangkan dekripsi merupakan kebalikan dari
enkripsi, bertujuan untuk memahami pesan yang ada, dan kunci adalah teknik yang
digunakan untuk enkripsi maupun dekripsi.
Seseorang
yang memanfaatkan kriptografi di dalam aplikasi jelas memikili tingkat privasi
yang sangat tinggi. Demi kerahasiaan atas privasinya, aplikasi yang menggunakan
kriptografi dipandang penting untuk digunakan. Adanya lapisan keamanan yang
bertingkat akan membuat orang yang berniat buruk kehabisan kesabaran ketika
membongkar.
Terdapat
banyak sekali aplikasi yang menyediakan layanan kriptografi, malah dalam
kenyataannya, setiap aplikasi sudah dilengkapi dengan perangkat kriptografi,
contohnya adalah aplikasi WhatsApp dan Telegram. Keduanya mengamankan pengguna
melalui kunci enkripsi yang cukup rumit dan ketat demi keterjagaan privasi
penggunanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar